Cerita Hot Nikmati Tubuh Janda Tanpa Anak - Cerita Hot Terpanas

Sabtu, 14 April 2018

Cerita Hot Nikmati Tubuh Janda Tanpa Anak

CeritaHotTerpanass - Tak terasaa Sudah belasan tahun aqu praktek di kawasan kumuh ibu kota, tepatnya di daerah Pelabuhan Rakyat di Jakarta utara. Pasienku bisa dibilang banyak, tetapi pada kenyataannya rata-rata dari kelas menengah ke bawah. Jadi sekalipun sudah belasan tahun aqu berpraktek dgn jumlah pasien lumayan, aqu tetap saja tak berani membina rumah tangga, mungkin karena aqu benar-benar ingin memberi kebahagiaan untuk pasanganku, jika aqu memilikinya kelak, dan dalam pikiranku, kebahagiaan dapat dgn mudah dicapai jika kantongku tebal, simpananku banyak di bank dan rumahku besar.


Tetapi aqu tak sedikitpun mengeluh akan keadaanku ini. Aqu tak berharap membanding-bandingkan keadaanku pada Dr. Sudirman yg ahli bedah, atau Dr. Herianto yg spesialis kandungan, meskipun mereka dulu saat masih sama-sama kuliah di faqultas kedokteran sering aqu bantu dalem menghadapi Test. Mereka adalah bintang kedokteran yg sangat cemerlang di bumi pertiwi, bukan hanya ketenaran nama, juga kekayaan yg terlihat dari Baby Benz, Toyota Land Cruiser, Pondok Indah, Permata Hijau, Bukit Sentul dll.

Dgn pekerjaanku memang melayani masyarakat kelas bawah, yg sangat memerlukan pelayanan kesehatan yg terjangkau, tentu saja aqu memperoleh kepuasan secara batiniah, karena aqu dapat melayani sesama dgn baik. Tetapi, dibalik itu, aqu pun memperoleh kepuasan yg amat sangat di bidang non materi lainnya.

Sampai pada Suatu malam hari, aqu diminta mengunjungi pasien yg katanya sedang sakit parah di rumahnya. Seperti biasa, aqu mengunjunginya sesudah aqu menutup praktek pada sekitar setengah sepuluh malam. Ternyata sakitnya sebenarnya tidaklah parah jika ditinjau dari sudut pandang kedokteran, hanya flu berat disertai kurang darah, jadi dgn suntikan dan obat yg biasa aqu sediakan bagi mereka yg kesusahan memperoleh obat malam malam, si ibu dapat sedikit dilegakan.

Saat aqu mau meninggalkan rumah si ibu, ternyata tanggul di tepi sungai jebol, dan banjir kiriman menerjang, sehingga mobil kijang kotak bututku serta merta terbenam sampai setinggi kurang lebih 50 senti dan mematikan mesin yg sempat hidup sekejap saja. Air di mana-mana, dan aqu pun membantu keluarga si ibu untuk mengungsi ke atas, karena kebetulan rumah petaknya terdiri dari 2 lantai dan di lantai atas ada kamar kecil satu-satunya tempat anak perempuan si ibu tinggal.

Karena tak ada kemungkinan untuk pulang, maka si Ibu menawarkan aqu untuk menginap sampai air surut. Di kamar yg sempit itu, si ibu segera tertidur dgn pulasnya, dan tinggallah aqu berduaan dgn anak si ibu, yg ternyata dalem sinar remang-remang, terlihat manis sekali, maklum, umurnya aqu perkirakan baru sekitar awal dua puluhan.

“Pak dokter, maaf ya, kami tak dapat menyuguhkan apa apa, sepertinya semua perabotan dapur terendam di bawah”, katanya dgn suara yg begitu merdu, sekalipun di luar terdengar hamparan hujan masih mendayu dayu.

“Oh, endak apa-apa kok Dik”, sahutku. Dan untuk menghabiskan waktu, aqu banyak bertanya padanya, yg ternyata berstatus Kirana. Sesuai dengan apa yang ia sampaikan sendiri.

Ternyata Si Kirana ini adalah janda tanpa anak, yg suaminya meninggal karena kecelakaan di laut 2 tahun yg lalu. Karena hanya berdua saja dgn ibunya yg sakit-sakitan, maka Si Kirana sexi ini tetap menKirana. Si Kirana ini sekarang bekerja pada pabrik konveksi pakaian anak-anak, tetapi perusahaan tempatnya bekerja pun terkena dampak krisis ekonomi yg berkepanjangan. Sehingga iapun terkena PHK.

Saat aqu melirik ke jam tanganku, ternyata jam sudah menunjukkan setengah dua dini hari, dan aqu lihat Si Kirana mulai terkantuk-kantuk, maka aqu sarankan dia untuk tidur saja, dan karena sempitnya kamar ini, aqu terpaksa duduk di samping Si Kirana yg mulai merebahkan diri.

Terlihat rambut Si Kirana yg panjang terburai di atas bantal. Dadanya yg membusung terlihat bergerak naik turun dgn teraturnya mengiringi nafasnya. Ketika Si Kirana berbalik tubuh dalem tidurnya, belahan bajunya sedikit tersingkap, sehingga dapat kulihat payudaranya yg montok dgn belahan yg sangat dalem. Pinggangnya yg ramping lebih menonjolkan busungan payudaranya yg terlihat sangat menantang. Aqu coba merebahkan diri di sampingnya dan ternyata Kirana tetap lelap di dalem tidurnya.

Pikiranku menerawang, teringat aqu akan Anita, yg juga mempunyai payudara montok, yg pernah aqu tiduri malam minggu yg lalu, saat aqu melepaskan lelah di panti pijat tradisional yg terdapat banyak di kawasan aqu berpraktek. Tapi Anita ternyata hanya nikmat di pandang, karena permainan seksnya jauh di bawah harapanku. Saat itu aqu hampir-hampir tak dapat pulang berjalan tegak, karena burungku masih tetap keras dan mengacung sesudah ‘selesai’ bergumul dgn Anita. Maklum, aqu tak terpuaskan secara seksual, dan kini, sudah seminggu berlalu, dan aqu masih memendam gairah di antara selangkanganku.

Aqu mencoba meraba payudara Kirana yg begitu menantang, ternyata dia tak memakai breast houlder di bawah bajunya. Teraba puting susunya yg mungil. dan ketika aqu mencoba melepaskan bajunya, ternyata dgn mudah dapat kulaqukan tanpa membuat Kirana terbangun. Aqu dekatkan bibirku ke putingnya yg sebelah kanan, ternyata Kirana tetap tertidur. Aqu mulai merasakan kemaluanku mulai membesar dan sedikit menegang, jadi aqu teruskan permainan bibirku ke puting susu Kirana yg sebelah kiri, dan aqu mulai meremas payudara Kirana yg montok itu. 

Terasa Kirana bergerak di bawah himpitanku, dan terlihat dia terbangun, tetapi aqu segera menyambar bibirnya, agar dia tak menjerit. Aqu lumatkan bibirku ke bibirnya, sembari menjulurkan lidahku ke dalem mulutnya. Terasa sekali Kirana yg semula sedikit tegang, mulai rileks, dan sedikitnya dia menikmati juga permainan bibir dan lidahku, yg disertai dgn remasan gemas pada ke dua payudaranya.

Setalah aqu yakin Kirana tak akan berteriak, aqu alihkan bibirku ke arah bawah, sembari tanganku mencoba menyibakkan roknya agar tanganku dapat meraba kulit pahanya. Ternyata Kirana sangat bekerja sama, dia gerakkan pantatnya sehingga dgn mudah malah aqu dapat menurunkan roknya sekaligus dgn celana dalemnya, dan saat itu kilat di luar membuat sekilas terlihat pangkal paha Kirana yg mulus, dgn rambut kemaluan yg tumbuh lebat di antara pangkal pahanya itu.

Kujulurkan lidahku, kususupi rambut lebat yg tumbuh sampai di tepi bibir besar kemaluannya. Di tengah atas, ternyata clitoris Kirana sudah mulai mengeras, dan aqu jilati sepuas hatiku sampai terasa Kirana sedikit menggerakkan pantatnya, pasti dia menahan gejolak birahinya yg mulai terusik oleh jilatan lidahku itu.

Kirana membiarkan aqu bermain dgn bibirnya, dan terasa tangannya mulai membuka kancing kemejaqu, lalu melepaskan ikat pinggangku dan mencoba melepaskan celanaqu. Sedikitnya Kirana mendapat sedikit kesulitan karena celanaqu terasa sempit disebabkan kemaluanku yg makin membesar dan makin menegang.

Sembari tetap menjilati kemaluannya, aqu membantu Kirana melepaskan celana panjang dan celana dalemku sekaligus, sehingga kini kami sudah bertelanjang bulat, berbaring bersama di lantai kamar, sedangkan ibunya masih nyenyak di atas tempat tidur.

Mata Kirana terlihat sedikit terbelalak saat dia memandang ke arah bawah perutku, yg penuh ditumbuhi oleh rambut kemaluanku yg subur, dan gagang kemaluanku yg sudah membesar penuh dan dalem keadaan tegang, menjulang dgn kepala kemaluanku yg membesar pada ujungnya dan terlihat merah berkilat.

Kutarik kepala Kirana agar mendekat ke kemaluanku, dan kusodorkan kepala kemaluanku ke arah bibirnya yg mungil. Ternyata Kirana tak canggung membuka mulutnya dan mengulum kepala kemaluanku dgn lembutnya. Tangan kanannya mengelus gagang kemaluanku sedangkan tangan kirinya meremas buah kemaluanku. Aqu memajukan pantatku dan gagang kemaluanku makin dalem memasuki mulut Kirana. Kedua tanganku sibuk meremas payudaranya, lalu pantatnya dan juga kemaluannya. Aqu mainkan jariku di clitoris Kirana, yg membuatnya menggelinjang, saat aqu rasakan kemaluan Kirana mulai membasah, aqu tahu, saatnya sudah dekat.

Kulepaskan kemaluanku dari kuluman bibir Kirana, dan kudorong Kirana hingga telentang. Rambut panjangnya kembali terburai di atas bantal. Kirana mulai sedikit merenggangkan kedua pahanya, sehingga aqu mudah menempatkan diri di atas badannya, dgn dada menekan kedua payudaranya yg montok, dgn bibir yg melumat bibirnya, dan bagian bawah tubuhku berada di antara kedua pahanya yg makin dilebarkan. Aqu turunkan pantatku, dan terasa kepala kemaluanku menyentuh rambut kemaluan Kirana, lalu aqu geserkan sedikit ke bawah dan kini terasa kepala kemaluanku berada diantara kedua bibir besarnya dan mulai menyentuh mulut kemaluannya.

Kemudian aqu dorongkan gagang kemaluanku perlahan-lahan menyusuri liang sanggama Kirana. Terasa sedikit seret majunya, karena Kirana sudah menKirana dua tahun, dan sedikitnya belum merasakan gagang kemaluan laki-laki sejak itu. Dgn sabar aqu majukan terus gagang kemaluanku sampai akhirnya tertahan oleh dasar kemaluan Kirana. Ternyata kemaluanku cukup besar dan panjang bagi Kirana, tetapi ini hanya sebentar saja, karena segera terasa Kirana mulai sedikit menggerakkan pantatnya sehingga aqu dapat mendorong gagang kemaluanku sampai habis, menghunjam ke dalem liang kemaluan Kirana.

Aqu membiarkan gagang kemaluanku di dalem liang kemaluan Kirana sekitar 20 detik, baru sesudah itu aqu mulai menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, lalu aqu dorongkan dgn lebih cepat sampai habis. Gerakan pantatku ternyata membangkitkan birahi Kirana yg juga menimpali dgn gerakan pantatnya maju dan mundur, kadangkala ke arah kiri dan kanan dan sesekali bergerak memutar, yg membuat kepala dan gagang kemaluanku terasa di remas-remas oleh liang kemaluan Kirana yg makin membasah.

Tak terasa, Kirana terdengar mendasah dasah, terbaur dgn dengusan nafasku yg ditimpali dgn hawa nafsu yg makin membubung. Untuk kali pertama aqu menyetubuhi Kirana, aqu belum ingin melaqukan gaya yg barangkali akan membuatnya kaget, jadi aqu teruskan gerakan pantatku mengikuti irama bersetubuh yg tradisional, tetapi ini juga membuahkan hasil kenikmatan yg amat sangat. Sekitar 40 menit kemudian, disertai dgn jeritan kecil Kirana, aqu hunjamkan seluruh gagang kemaluanku dalem dalem, kutekan dasar kemaluan Kirana dan seketika kemudian, terasa kepala kemaluanku menggangguk-angguk di dalem kesempitan liang kemaluan Kirana dan memancarkan air maniku yg sudah tertahan lebih dari satu minggu.

Terasa badan Kirana melamas, dan aqu biarkan berat badanku tergolek di atas payudaranya yg montok. Gagang kemaluanku mulai melemas, tetapi masih cukup besar, dan kubiarkan tergoler dalem jepitan liang kemaluannya. Terasa ada cairan hangat mengalir membasahi pangkal pahaqu. Sembari memeluk tubuh Kirana yg berkeringat, aqu bisikan ke telinganya.

"Kirana, terima kasih, terima kasih…”
TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar